Senin, 25 Maret 2019

Sesuai dengan materi yang telah diajarkan, tentang pemanfaatan limbah dari kemoceng bekas.
Kali ini,siswa kelas 1A SD Al Azhar 1 praktek membuat hiasan pensil dari bulu ayam bekas kemoceng.

Ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan sebelum membuat hiasan dari bulu ayam, diantaranya:
1. Lepaskan bulu ayam dari kemoceng
2. Cuci bersih dengan air sabun
3. Bilas dan jemur dibawah sinar matahari
4. Jika sudah kering, bulu ayam siap dipakai

Nah, setelah itu barulah dapat dimulai tahapan membuat hiasan pensil dari bulu ayam. Adapun alat dan bahan yang diperlukan yaitu bulu ayam dari kemoceng bekas, double tape, pita kecil, pensil untuk dihias, dan gunting.
Cara membuatnya yaitu:
1.  Rekatkan double tape ke pensil, kemudian kelupas kertas putihnya
2.  Tempelkan bulu ayam satu persatu melingkari pensil yang sudah dililit double tape
3. Setelah penuh, lilitkan lagi double tape ke atas bulu ayam yang sudah di tempel, dan kelupas ertas putihnya
4.  Lilitkan pita di atas bulu ayam dan sentuhan akhirnya, buat simpul hiasan di atasnya agar terlihat lebih cantik.

Berikut adalah hasil dari membuat hiasan dari bulu ayam:








Sabtu, 21 Oktober 2017

Kalau mau menghitung..
Sudah 1 tahun 2 bulan 4 hari semenjak pertama kali kita bertemu.

Waktu yang tidak sebentar
Untuk menjadikan aku dan kamu menjadi kita
dan Kita menjadi aku dan kamu kembali
Perjalanan panjang, sulit dan melelahkan itu pun telah kita lalui
Hingga hari ini...
Hari ke 83 setelah aku dan kamu menjadi kita lagi...

Sejak aku mulai tertarik
Padamu...
Seseorang dengan begitu banyak "kekurangan"
Seseorang dengan "minus" terbanyak 
Seseorang yang ketika orang lain tau pun bilang "kok dia"
Namun satu-satunya orang yang membuat hatiku berkata, 'ini lhoo, dia ini yang aku cari'


Aku tidak melihatmu dari semua "kekurangan" yang kamu miliki
Aku tak tahu, apa yg membuatmu terlihat begitu sempurna di mataku
Aku juga tak tahu, apa yg membuatku lebih memilihmu daripada yg lain


Hati.

Iya, karena hatiku tak pernah bisa berbohong.
Bahwa kamu lah yang terbaik
bahwa kamu lah yang 'paling' mengerti aku
bahwa kamu lah yang aku cari


Semanis apapun yang pernah kita jalani
Bukan berarti tak pernah ada masalah yang terjadi di antara kita
Pada kenyataannya kita pernah berpisah karena perbedaan prinsip.


Banyak sekali, hal pahit yang pernah kita lalui.
Atau mungkin lebih tepatnya aku.

Tak sedikit hal yg entah sengaja atau tidak
Yang kamu lakukan dan itu menyakiti hatiku.

Bahkan sampai orang terdekatku pun selalu mengatakan hal yang sama:
"udah sih li, kalo emang gak kuat, di udahin. yang lain masih banyak"

Selalu kata-kata itu yang ku dengar.

lalu apa yang membuatku bertahan?

Sayangku ke kamu.


Banyak hal yang membuat hubungan ini begitu berat.
Mulai dari permintaanmu padaku sampai wanita lain.

Tapi aku masih bertahan disini. disampingmu.

karena apa?

karena itu kamu.

Saat orang lain menawarkanku komitmen yang lebih,
Tak pernah aku pedulikan
Saat ada orang lain menggodaku
Aku abaikan

Karena kamu
satu yang aku sayang dan inginkan.

tak pernahkah bisa mengerti betapa berartinya kamu?
tak pernah terlihatkah sayangku padamu?



Dear kamu;

Mas...
Tak pernah terlihatkah sayangku ke kamu itu seperti apa?
Tak pernah cukupkah kasih dan sayang yg aku berikan?
Tak pernahkah terpikir untuk berubah?
Tak cukupkah kehilangan alm untukmu belajar?

Mas....
Apalagi yang kamu cari?
Apalagi yang kurang dari aku?


Mas....
Sadarkah kamu bahwa kamu melukaiku begitu banyak?
Sadarkah kamu bahwa kamu menyakitiku begitu banyak?


Mas....
Belajarlah dari kehilanganmu yang dahulu.
Ingatlah betapa kamu menyesal dahulu
Ingatlah rasa sakit yang kamu alami dahulu.


Mas....
Tahukah kamu
Sesak, sakit dan tekanan yang ku rasa?
Tahukah kamu
Semua yang aku lalui demi kamu?


Mas....
Aku mohon...
Berubahlah....

Jangan menunggu kehilangan lagi, menyesal, baru belajar menghargai








Senin, 20 Februari 2017

Dari mana aku harus memulai tulisan ini?
Dari mana aku harus menggambarkan gundah gulananya hati ini?

Entah.


Bahwa aku tak baik-baik saja
Bahwa aku sedang tidak tau harus bagaimana
Bahwa aku sedang hilang arah


Hatiku yg sedang tidak baik-baik saja
Hatiku yg sedang galau
Hatiku yg sedang terluka
Hatiku yg sedang lara

Setelah berbulan-bulan dan berhari-hari aku memikirkannya

Pada akhirnya aku mengambil sebuah keputusan berat
Keputusan yg akibatnya sendiri aku takutkan
Keputusan yg merubah drastis rencana besarku tahun ini

Aku memilih berhenti
Berhenti dari harapan palsumu
Berhenti dari rencana besarku
Berhenti dari membohongi diriku sendiri
Berhenti dari sandiwaraku sendiri
Berhenti untuk memilihmu sebagai pendampingku
Berhenti untuk memilihmu sebagai lelakiku

Pelik
Sulit
Rumit

Entah kata apa lagi yg bisa menggambarkan semuanya

Terlalu banyak masalah yg muncul
Terlalu banyak ujian yg aku terima
Hanya karna 1 hal dasar
Hal dasar yg tak dapat ku penuhi
Yg menjadikan masalah kecil menjadi besar
Yg menjadikan masalah yg mudah menjadi sulit
Yg menjadikan semuanya begitu rumit untuk diselesaikan

Sedih?
Iya jelas, manusiawi
Sakit?
sudah tentu
Nyesek?
banget

Tapi mungkin ini yg terbaik
Mungkin ini lah jawaban atas doaku beberapa waktu lalu
Allah tunjukkan bahwa ini hanya Ujian, bukan jawaban atas bimbangnya pilihanku waktu itu
Allah berikan yg terbaik, dan ini yg terbaik untukku,

Nyesel karna keadaan jadi begini?
Nyesel karna ngerasa salah pilih? 
Nyesel sih enggak
Aku bersyukur pernah mengenalnya
Aku bersyukur pernah bersamanya
Setidaknya aku belajar banyak hal
Kedewasaan, watak, karakter, sifat, sikap, ego, tingkah laku, hingga keadaan seseorang.
Tidak mudah untuk merubahnya.
Sekalipun hal yg pernah membuatnya menyesal sekalipun, tidak serta merta bisa dijadikan pelajaran dan pengalaman untuk merubah semua hal itu.
Mungkin hal-hal itu terlalu kuat melekat dg dirinya, sehingga aku yg sudah cukup keras berusaha untuk merubah pun tetap pada akhirnya menyerah.

1 pelajaran lagi yg aku dapat.
Mengatasi, memahami, berusaha mengerti seseorang itu memang bukan hal mudah.
Bisa diusahakan, bisa dilakukan, bisa dicoba asal kita berusaha mengalahkan ego kita sendiri.
Ego untuk selalu merasa benar, ego untuk selalu merasa yg paling baik, ego untuk selalu merasa yg paling mampu.

dan mungkin aku kalah dipertarungan ego ini.
Aku berusaha mengalahkan egoku
Dia berusaha memenangkan egonya


Selamat tinggal untuk kamu
Terima kasih untuk waktu yg singkat ini
Terima kasih sempat memberikan aku sebuah harapan yg indah
Terima kasih pernah mengajakku merencanakan masa depan bersama
Terima kasih pernah membuat orangtuaku tersenyum bahagia
Semoga seseorang yg nantinya disampingmu, bisa lebih patuh, bisa lebih memberi apa yg kamu mau.

Rabu, 19 Oktober 2016

Hari ini....
Sudah hampir setahun pasca insiden

Setahun yang lalu, aku masih berusaha untuk meyakinkan dia yang namanya tak boleh disebut.

Tapi hari ini,
Aku berusaha meyakinkan seseorang yg lain
Seseorang yang dengannya aku merasa tenang
Seseorang yang dengannya aku merasa nyaman
Seseorang yang dengannya aku merasa segala sesuatunya jadi mudah
Seseorang yang dengannya aku merasa istimewa
Seseorang yang dengannya aku merasa dilindungi

Iya dia sangat istimewa

Bagaimana aku sampai menemukan seseorang seperti dia ini?

(mungkin) orang yang melihat, orang yang tahu, orang yang mengenalku pasti akan berkomentar seperti ini, "Kok dia? Kayak gak ada pilihan lain. Padahal yg disekelilingmu kan banyak? Kenapa harus dia? Dia seseorang yang punya nilai minus dibanding yang lain."

Tidak hanya mungkin, tapi pasti.
Pasti orang-orang yang tau ceritaku, yang tau rumitnya urusan hatiku beberapa waktu lalu, pasti akan berkomentar seperti itu.

Aku dengan sadar, aku dengan bahagia memilih dia.

Setelah hampir 2 bulan lebih, hati dan kepalaku pusing memikirkan 2 orang yang memintaku untuk menjadi pendampingnya, pada akhirnya aku memilih dia. Dia yang sama sekali tak ada dalam list pilihan.

2 bulan galau
2 bulan seperti orang gila
2 bulan punya beban hati yang amat berat
2 bulan tidur tak nyenyak
2 bulan serasa orang yang mendua

dan aku lelah dengan keadaan yang makin membuatku gila karena harus memilih seseorang dari 2 calon yang bahkan salah satunya pun tak ada yang benar-benar aku inginkan di hatiku.

pada puncak lelahnya, aku pun berucap, "kalo saja ada pilihan ketiga, aku akn memilih yang ketiga. tak peduli itu apa"
begitu pun dengan doaku yang mulai putus asa,
aku meminta untuk diyakinkan bahwa 2 orang itu memang bukan untukku, dan meminta untuk dipertemukan dengan yang lain.

dan aku, bertemu denganmu.

Orang yang "dianggap" memiliki cacat paling banyak diantara pilihan-pilihan yang ada dihadapanku.

Entah karena doaku, entah karena memang sudah jalannya
Orangtuaku yang saat kuajukan 2 orang sebelumnya selalu berkata untuk memilih yang terbaik, begitu adanya kamu, mereka langsung memberikan jalan, mereka langsung mengiyakan, mereka langsung mendukung.

Jalan ke arahmu, sangat dimudahkan.
Dan entah karena apa, aku memilihmu tanpaa sedikit keraguan.
Tak sedikitpun ragu ataupun galau seperti 2 orang yang sebelumnya.


1 hari
2 hari
3 hari
sampai kini sudah hampir 2 bulan

aku mulai mengenal karakternya, sifatnya, sikapnya, dan hatinya

sepertinya memang baru sebentar
tapi banyak hal yang sudah kita lalui bersama.

bahagia?
iya aku bahagia denganmu.

bagaimana dengan masalah?
tak ada hubungan yang tek memiliki masalah.

Ada beberapa titik berat yang menjadi beban di hubungan ini
1. Aku yang ingin segera menghalalkan hubungan kita, dan kamu yang masih meminta waktu, masih memintaku untuk bersabar.
Aku berusaha untuk meredam ego dan ambisiku untuk segera menikah.
Aku berusaha untuk mengerti apa yang jadi beban pikiranmu.
Aku berusaha untuk dewasa menyikapi perbedaan keinginan kita ini.
Perlahan, aku hanya bisa meyakinkanmu secara perlahan. Aku tak bisa memaksamu.
Aku tau menikah itu tak semudah membalikkan tangan, perlu ini dan itu.
Tapi percayalah, aku hanya ingin yang sederhana. aku tak ingin yang berlebihan.

2. Seseorang dari masa lalumu, yang sms ataupun bbmnya masih selalu ada menghiasi handphone mu.
Meskipun tak pernah kamu ceritakan, aku tau, "seseorang" ini masih selalu ada, masih selalu muncul, masih selalu menghubungiku.
Aku tau, semuanya tergantung kamu.
Selama kamu tak menanggapi, takkan jadi masalah.
Dan aku percaya kamu.
Tapi walau bagaimanapun, itu tetap mengganggu pikiranku.
Aku berusaha untuk bersikap dewasa, untuk tak mebesar-besarkan sesuatu yang sebenarnya bukan sesuatu yang penting.
Aku berusaha meredam kalut yang ada di hati dan pikiranku.
Aku emosi, aku marah, aku tak bisa berpikir dengan baik saat tau "seseorang" itu masi ada di inbox hapemu.
Tapi aku bisa apa?
Aku serasa tak punya hak untuk melarang.
Aku hanya bisa memendam, aku hanya bisa menyimpan segala sesak yang aku rasa.


Kamu, pilihanku.
Saat egoku berkata aku ingin segera menjadi milikmu yang sah,
Ketahuilah, itu karena aku ingin merasa tenang dengan hubungan kita.
Aku ingin, menunjukkan pada "seseorang" itu bahwa kamu sudah memilihku.
Aku ingin mengatakan padanya, bahwa "ini lho, sudah tak ada celah lagi buat dia mengganggu"

Kamu, pilihanku.
Pahami sedikit hatiku.
Aku lelah dengan hubungan yang seperti abg-abg
Aku takut, aku trauma kalau-kalau ini takkan berujung bahagia
Aku takut, diperjalanan yang lama itu akan semakin banyak maslah yang menggoda
Aku takut, kehilanganmu seperti aku kehilangan setahun yang lalu.

Kamu, pilihanku.
Percaya padaku
dan, Menikahlah denganku


Kamis, 04 Agustus 2016

Saat ku buka beranda ini,
Ntah, samar.
Apa yg ingin ku tuliskan disini pun aku tak tau.

Aku ingin bercerita banyak,
Tapi tak tau harus mulai dari mana.

aaahhh......
Aku terlalu lelah mengurus hatiku.
Aku terlalu banyak berpikir.

Banyak hal terlewatkan, banyak hal aku tinggalkan, banyak hal tak aku pedulikan.

iyaa....
banyak yg aku lewatkan sebulan terakhir ini.

sampai aku sendiri tak sadar....

aku lelah...
berada dalam kekalutan hati ini...

aku lelah....
berpikir siapa yg terbaik...

aku lelah...
aku ingin melarikan diri dari semua ini...

Pengen cepet selesai, pengen cepet bahagia.

Jumat, 22 April 2016

Hari ini...
4 hari setelah ulang tahun yang ke-26

wuaahh, udah 26 aja yak..
ahaha, gak ngaruh juga sebenernya...
Nothing special.

Justru memori memori lama yg semakin sering terbuka, semakin sering ingat, dan semakin menyakitkan.

Tidakkah aku lelah?
Tentu, aku bahkan sangat lelah dengan semua hal hal yg ada diingatanku sekarang.

Tapi aku bahkan tak tahu harus bagaimana

kadang pikiran pikiran konyol, andai begini, andai begitu sering terlintas di benak.
aahh, tapi semuanya hanya sekedar pikiran, khayalan semata...
Semakin dirasa, semakin sesak di dada.

Sekian banyak masalah, sekian banyak kegiatan, sekian banyak hal yang aku lakukan.
Hampir tak ada satupun yang tak mengingatkanku tentangnya.

Kenyataan bahwa aku masih disini, bahwa aku tak punya banyak ruang gerak untuk melebarkan sayapku, bahwa seseorang yang "terlihat" ada disisiku pun, semakin membuat merasa frustasi. bahkan hingga menangispun tak mampu lagi mengurangi ke-sesak-an yg kurasakan saat ini.

semakin sering dipikirkan, semakin aku ingin melarikan diri dari semua ini.
semakin membuatku enyah dari hiruk pikuk lingkungan yg sangat menyebalkan ini.

Andai bisa aku meminta,
Aku ingin seseorang membawaku, jauh dari tempat ini, jauh dari orang-orang ini, jauh dari nya, jauh dan sangattt jauh dari kenangan ini...

Siapapun....
Tolong bantu aku,
Bantu aku melarikan diri dari tempat ini.
Aku sungguh lelah, aku sungguh terluka, aku sungguh tak sanggup lagi..
Aku sungguh ingin pergi........

Kamis, 31 Maret 2016

Sudah 5 bulan 3 hari dari insiden itu.

Aahhhh..
Sudah lama rupanya.

Pertanyaannya, sudah move on?
Haha
Kalo boleh jujur sih,
Move on si udah, tapi mungkin baru sekitar 70%.
Belom bisa totalitas.

Why?
Kenapa yaa...
Mungkin lebih tepatnya belum ad seseorang yg mengisi ruang di hati, yg sedang dalam proses pengosongan ini.
*tsaahh bahasa gue*

Kalo pun ditanya, udah punya gebetan baru?
Bisa dibilang udah.
Dari yg mulai temennya tmen, kopdar sampe yg orang lama.

Ada perkembangan ato kemajuan?
Agaknya sih belom.

Kenapa?
Karna tidak ada yg jelas, tidak ada yg benar benar melangkah maju dg pasti, semua main kode.
Emangnya gue ngerti di kode-kode begitu?
Kagaakkk,
Gue kagak ngerti, dan kagak mau ngerti
Takut salah nafsir-in.

Diantara gebetan-gebetan itu, ada gak yg udah kamu suka?
Jawabnya: klo sekedar suka ada, tapi untuk rasa yg lebih jauh, masi belom berani.
Kenapa?
Karna aku masi belom sepenuhnya move on, dan takutnya itu cuman sepihak.

Sering jalan sama orang itu?
Enggak juga sih, lebih sering ketemu di rumah, entah rumahku ato rumah dia.
Jalan sama dia bisa diitung pake jari.

Kok gitu?
Yaa gimana gak gitu, tiap aku yg ngajakin jalan, dia pasti bilang, kalo ramean pasti seru, ajakin si ini, si itu, dll... Ujungnya, kagak jadi jalan.
Baru sekali kemaren ini nonton.
Padahal aku ini sederhana aja
Gak perlu ke mall, tmpt wisata ato tmpt nongkrong, aku lebih suka diajak keliling keliling naik mtor, ya sejenis ngabisin bensin gitu deh.

Udah pernah ngomong serius sama dia?
Walaaaa, boro boro ngomong serius, bbm gue aja seringny cm di R doang.
Bete gak sih?

Jadi langkah selanjutnya gimana?
Yaa sudah, jalanin aja yg di depan mata.
Prinsipnya, siapa cepat, dia dapat.
Kalo dia kagak berani maju, yaa aku nyari yg berani aja.

Masih suka kebayang-bayang 'mantan' gak?
Jujur aja, masih banget..
sering kebayang-bayang, sering kepikiran dan tentunya ada saat dimana dibuat down banget gara-gara inget yg udah-udah.

Apa yg bikin berat melepas hubungan sama 'mantan'?
apa yaaa, banyak banget.
1. kami masi bernaung di 1 sekolah yg sama
2. masi setiap hari ketemu meski cuma skilas doank
3. kebiasaan dan ketergantunganku sama dia yg nyaris belum ada yg menggantikan.

"Nyaris belum ada yg menggantikan?" berarti gebetan yg baru itu gimana? suka ngebandingin dia sama mantan donk?
Aduh gimana jelasinnya ya..
Kalo ditanya suka ngebandingin, hehe, iya sih.....secara otomatis, tanpa berpikir panjang, hal-hal kecil pun kadang suka dibandingin.
Misal nih, si A itu mantan, si B salah satu gebetan.
Hari ini aku jalan sama si B ke suatu tempat yg pernah aku kunjungi sama si A, tiba-tiba langsung di otak langsung begini, "kalo jalan sama si A gue pasti di gandeng, gue pasti di taruh dibelakang punggungnya saat antri di tmpt rame. padahal dlu juga aku sm si A masih di hub bernama 'teman'"
Jahat ya? Tapi sebenernya juga gak bermaksud ngebandingin. cuman itu lah yg sebenernya terjadi.

Dari gebetan-gebetan itu ada yg mirip sama si mantan gak?
Mirip? duh....malah repot kalo ada yg mirip, bikin makin gak bisa move on.
hihihiii.
Ya kalo fisik jelas beda banget lah yaa.
kalo sifat? aku belum benar-benar mengenal mereka. jadi masi meraba-raba seperti apa aslinya.
Aku cuma tau dari pembacaan karakter yg aku lakuin ke mereka aja, selebihnya belum benar-benar tau.

Wiih..udah kayak psikolog aja baca karakter, emang bisa?
haha, iya juga ya, kayak psikolog. cuma memang aku ini pembaca karakter, dari cara berkomunikasi secara langsung ataupun lwt sms/bbm/wasap, cara melihat, cara bertingkah laku dan gerak gerik tubuh.
Yaa gak cuman sama orang-orang yg dibilang gebetan ini sih, setiap aku kenal sm orang pasti langsung ngebaca orang itu gimana.
walaupun gak 100% bener, tapi setidaknya karakter awal dan dominan pasti kelihatan.

Balik lagi ke topik, 5 bulan 3 hari.
Kan udah ada gebetan tuh, terus kamu nyari nya yg kayak gimana?
Aku nyari yg gimana ya, sederhana aja sih. Nyari yg nyaman pastinya.
Nyaman dalam artian nyambung ngobrolnya, bisa slalu adaaa aja yg diomongin, yg terbuka kalo ada sesuatu baik itu masalah ataupun kesulitan diri, yg lugas untuk ngomong ini dan itu.
Juga yg menomor 2 kan aku.
kok nomor 2? Iyaa kan yg nomor 1 itu keluarga.
aku mau jadi yg nmr 2, setelah keluarga, ada aku yg jdi prioritas.
teman, kerjaan dan orang sekitarnya itu setelah aku.
karena aku juga akan berlaku seperti itu ke dia.
Dan aku suka kalo orang itu juga bergantung ke aku, seperti aku akan bergantung padanya nanti.
bergantung disini yg aku maksud, kalo ada apa-apa nanyanya, pertimbangannya, curhatnya itu smuanya ke aku, dan aku jadi orang yg pertama tau. Meski aku gak bakal bisa memberikan smua solusi, tapi setidaknya aku bakaln ngrasa dianggap ada.
Bukan berarti aku nglarang untuk cari solusi dr orang lain, tapi alangkah baiknya jika yg pertama tahu dan dimintai pertimbangan itu aku.
Juga aku berharap dia adalah seseorang yg akan membagi waktu sibuknya denganku. Karena aku juga tak keberatan membagi waktu sibukku dengannya kelak. Sesibuk apapun akan ku sempatkan makan dengannya, bermain dengannya, bercerita dengannya, menemaninya melakukan kerjaannya, hobinya, dan memasak untuknya.
Seseorang yg akan menerima aku apa adanya, baiknya aku, buruknya aku, cantiknya aku meski krn make up, kumelnya aku meski tanpa make up.

Masih ada rasa gak untuk si mantan?
hahahahahaa, ini pertanyaan berat.
Kalo boleh jawab enggak, aku bakaln jawab enggak.
Tapi nyatanya si kayaknya masi, aku sendiri gak ngerti keadaan hatiku.
Dan aku sekarang perlahan berusaha menghapus sedikit demi sedikit rasa itu, membuka ruang hatiku untuk orang yg baru

Pernah gak nangis gara-gara keinget sama mantan?
Pernah banget.
Dari 5 bulan terakhir ini mungkin ada sekitar 3 kali nangis gara-gara dia.

Kenapa? Apa yg bikin kamu nangis gara-gara mantan?
Yaa yg jelas karna inget dia.
ada momen-momen dimana kerasa bangeeett dia itu udah gak ada lagi buat aku.
Dari saat aku butuh dia untuk hal-hal sepele, saat aku jalan kemana, saat aku memakan sesuatu dan banyak hal lainnya.
1,5 tahun sama dia, bukan waktu yg sebentar. jadi hampir semua hal, semua yg aku lakukan, semuanya memberikan kenangan dan luka tersendiri.

5 Bulan 3 hari
Keliatannya aja sebentar, tapi sebenarnya itu waktu yg lama, panjang dan menyesakkan untuk dilalui.
Setelah "selamat tinggal" terucap, waktu bukanlah sesuatu yg mengalir begitu saja, tapi harus dihadapi.
Dan aku sudah menghadapi waktu yg berat itu, dengan tegar dan kuat.
Kini, waktunya untuk berbahagia, menyongsong hari esok.
Ada atau tidaknya seseorang disampingku, itu bukanlah suatu tolok ukur kebahagian.
Aku bahagia dengan keadaanku sekarang.
Aku menikmati hari-hariku seperti dulu lagi.
Tak banyak yg hilang, tak banyak yg ku lewatkan.
Dan lewat semua ini, ku temukan teman-teman yg benar-benar ada untukku.

Semoga setelah beratnya hal-hal yg ku lalui ini, ada kebahagian lebih yg Allah simpankan untukku
Dan kelak Allah datangkan "dia" sebagai orang yg benar-benar menghargaiku, melindungiku, dan membahagiakan aku.

Jumat, 23 Oktober 2015

Januari 2014
Entah tepatnya tanggal berapa aku mulai mengenalmu

Awalnya aku hanya merasa penasaran
Seperti dgn yg sudah sudah, aku penasaran karna ada sesuatu yg berbeda pada dirimu.
Semakin lama aku mengenalmu, aku semakin tertarik.
Ada apa didirimu?
Kenapa sangat menarik perhatianku?

Semakin penasaran dan semakin tertarik
Tapi aku juga semakin membatasi diri
Aku tau km sudah punya pacar
Dan aku pun juga begitu
Kita sama sama punya seseorang di sisi kita

tapi seiring waktu berjalan, aku semakin tak dapat mengendalikan hatiku
Teriring pacarku yg ada jauh di kota lain dan masalah yg ada diantara kami

Kamu semakin mendekat
dan aku semakin terpikat

Kamu semakin membuatku nyaman
Dan aku semakin betah

aku terpukau oleh bagaimana cara kamu memperlakukan perempuan
Aku terpesona oleh perhatian yg km berikan padaku

Tapi aku masih bisa membatasi diri
Aku harus ingat posisiku dan posisimu
dan kedekatan kita,
Tak hanya kita yg tahu
Orang orang terdekatku, sahabatku
Perlahan mereka tahu tentang kita
Sampai ada yg bilang, "selama janur kuning belum melengkung, kalian masih milik umum. masih banyak kemungkinan yg terjadi"
Ya, aku jadi semakin gak terkontrol karna kalimat itu.
Aku semakin tak dapat mengendalikan hatiku.

Aku tau aku salah.
Aku tau aku jahat.
Tapi aku tak ingin menyerah.

Sampai setiap kali ada masalah.
Kamu selalu berkata untuk melepasku,
Lalu kamu kembali.
Selalu dan selalu seperti itu.

awalnya semua terasa baik meski terkadang kesalahm kecilku jadi masalah diantara kita.
dan sampai tiba tiba pacarmu tau ttg hubungan kita.
kamu berhenti menemuiku
Kamu berhenti menyapaku
Dan bahkan kamu sperti tak menganggapku ada.

Sakit
Sakit yg kurasa bukan krn aku harus mengakhiri hubunganku dgnmu
Tapi lebih karna sikapmu.
Sikap kekanakan yg km miliki smpai km spt itu.

Dan terus spt itu setiap kita ada masalah
Km slalu katakan untuk pergi dan akhiri smua

Sbenarnya aku tak masalah dgn itu
Karna aku juga ingin melepasmu
Tapi sikap tak dewasamu itu yg buatku berat.
Buatku merasa memakan buah simalakama

sakit demi sakit yg km beri
Aku menahannya
Berusaha menyimpannya rapat
Untuk diriku sndiri, meski terkadang rasanya aku ingin menyelesaikan semuanya dalam sekejap.

Tapi aku bertahan
Karna perasaanku padamu.

Bahkan aku masih bertahan melihatmu membawanya di setiap acara
Bhkan aku bertahan mendengarmu bercerita ttg nya
Aku hanya tutup mata, pura pura tdak tau dan tidak mendengar smuanya.

sampai sekarang pun aku bertahan.

aku hanya bertahan dan tak berani maju lagi.
Sampai apa yg km katakan hari itu
Kamu bilang:
Bahwa km gak tahu perasaan km untuk dia itu perasaan sayang atau cm skedar balas budi
bhwa perasaan km buat akuBhwa aku yg nmr 1 di hati kamu
Aku senang km bisa jujur dgn perasaanmu
Meski aku tak tau ke depannya kita harus bagaimana
Sampai akhirnya kita duduk bertigaAku, kamu dan pacarmu
Dan sungguh tak terkiraDisana, km benar benar ada disisiku.
aku bahagia, tapi aku juga gak tau harus bagaimana
Karna smua keputusan ada ditangan kamu.

Aku hanya bisa meyakinkanmu, menguatkanmu, bahwa kalau kita bersama, smua akan baik baik saja.

Dan berakhir, kamu bimbang
Kamu merasa bersalah krna dia mundur
Kamu goyah
Dan kamu seolah menyalahkanku atas semua ini

Perlu kamu tau,
Aku takkan seberani ini, aku takkan sekuat ini, tanpa kamu. Tanpa apa yg km sampaikan padaku.
Dan aku masih sangat mengingat setiap detail percakapan kita hari itu.

Aku tau kamu sekarang goyah
Aku tau kamu sekarang malahjustru berat ke dia
Tapi kamu perlu tau
Kalau kamu hanya mundur dan kembali padanya,
Untuk apa harus terjadi smua ini?
Untuk apa harus sampai semua orang tau?
Untuk apa harus kamu katakan perasaanmu padaku, di depan dia, di depan temanku?
Untuk apa harus dgn cara dimana semua orang menyudutkanku dan menyalahkanku?
Alangkah malunya aku, alangkah terlihat bersalahnya aku nanti kalau kamu nanti kembali padanya?
Alangkah sakitnya aku nanti?

Pernahkah kamu berpikir sejauh itu?

Aku sadar, aku tak ada apa apanya dibandingkan perjuanganmu dengannya dlu.
Tapi kamu juga harus tau, perjuanganku sejauh ini seperti apa?
Pertimbangkan semua itu
Pertimbangkan keadaanku dan perasaanku
tidak hanya dia.

Kamis, 20 November 2014

hari ini...

sudah entah yg keberapa kalinya kita seperti ini....

tapi hari ini..
ketiga kalinya kita seperti ini karna hal yg sama...

aku tak tahu sejak kapan kita menjadi begitu dekat
aku tak tahu sejak kapan aku mulai bergantung padamu
aku tak tahu sejak kapan kamu menjadi orang yg benar-benar penting dalam kehidupanku

aku....
tak inginkan kita seperti ini

tapi...
apalah hakku...
apalah aku sampai bisa mengaturmu...

aku sadar diri...
aku ini bukan siapa-siapa untukmu...
aku ini hanya bayang-bayang yg hidup di belakangmu..
aku ini hanya seseorang yang mengganggu hidupmu..

tapi kadang pikirku yg egois muncul...
mengatakan bisikan-bisikan yg buatku smakin inginkanmu.....
bisikan-bisikan yg buatku semakin bertahan dengan rasa ini....

aku...
takkan pernah bisa menuntut apapun darimu...
takkan pernah bisa memintamu memberikan apa yg sebenarnya ku inginkan....


aku sadar diri
apa posisiku sekarang ini

aku sadar diri
harus seperti apa aku berlaku padamu

aku sadar diri
bahwa aku (mungkin) takkan pernah bisa menggapaimu

aku sadar diri
bahwa aku (mungkin) takkan pernah bisa memilikimu


aku tau....
apa yg aku lakukan sekarang ini
apa yg aku rasakan saat ini
apa yg aku inginkan saat ini
semuanya, pada akhirnya hanya akan melukai perasaanku

tapi satu yg slalu ku pegang teguh
ini hatiku, ini hidupku
saat aku belum benar-benar harus menyerah, aku akan terus berjuang
saat aku belum benar-benar lelah, aku masih akan terus maju
apa yg aku ingin aku lakukan, akan aku lakukan
apapun resikonya nanti

termasuk tentang kamu

aku inginkanmu

saat ini, aku sedang berjuang untuk memilikimu
seandainya pun, aku takkan bisa memilikimu kelak
tak masalah bagiku, karna setidakny aku sudah berjuang untuk hatiku

aku tak ingin kan banyaak darimu sekarang ini....

meskipun, kita tak bisa seperti dulu
aku taak masalah....
aku akan belajar perlahan
aku akan belajar terbiasa

terbiasa tanpa kamu
terbiasa tanpa ada kamu yg menggangguku
terbiasa tanpa ada kamu yg slalu membantuku
terbiasa tanpa ada kamu yg slalu menggodaku

yang aku ingiinkan,
jaga hatiku saat kita berada di tempat kerja
kita tetap seperti biasa, di tempat kita bekerja
aku ingin kamu berpura-pura bahwa kita baik-baik saja
aku ingin kamu berpura-pura bahwa kita tak ada masalah
aku ingin kamu berpura-pura bercanda seperti biasanya

iya....
hanya sesederhana itu?
tak bisakah kamu melakukannya??
hanya disana, ditempat kita bertemu setiap harinya....
bisakah kamu lakukan itu untukku??

Senin, 17 November 2014

Tubuh terdiri beberapa bagian, maka kita akan belajar :
1. nama - nama anggota tubuh
2. kegunaan anggota tubuh dan cara merawatnya
3. membiasakan hidup sehat.


NAMA - NAMA ANGGOTA TUBUH
1. Bagian kepala
2. Bagian Badan
3. Bagian Anggota Tubuh





KEGUNAAN ANGGOTA TUBUH CARA MERAWATNYA
1. Mata guna mata untuk melihat
Cara merawat mata
a. jika mata terasa pedih atau gatal, mata jangan digosok,periksakan ke dokter mata
b. jika membaca atau menonton tidak terlalu dekat jarak membaca 25 cm makan sayuran dan buah-buahan
2. Telinga berguna untuk mendengar
cara merawat telinga :
a. bersihkan bagian luar secara teratur,hindari membersihkan bagian,dalam dengan benda keras.
b. hindari mendengar suara yang terlalu keras
3. Hidung berguna untuk mencium bau-bauan
cara merawat hidung :
a. bersihkan bagian luar secara teratur hindari membersihkan bagian dalam dengan benda keras


MEMBIASAKAN HIDUP SEHAT
Agar kita sehat kita harus membiasakan :
1. Makan makan bergizi
2. Menggunakan pakaian bersih
3. Menjaga agar lingkungan bersih
4. Olah raga dengan teratur